Popular posts

Labels

Unknown On Senin, 21 Januari 2013


 Hal paling malas dilakukan ketika membuang sampah adalah jika kita harus membuka dan menutup kembali penutup bak sampah. Kotor dan bau menjadi alasan utama . 

Tetapi, enggak usah gusar dan malas lagi. Berkat alat buatan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini, kita akan bebas kotor dan bau ketika ingin membuang sampah. Caranya? 

Mahasiswa Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) UNY Febri Megantara mengutak-atik teknologi berbasis mikrokontroler ATMega 8 menjadi sebuah sensor unik. Sensor tersebut terdiri dari tiga elemen penting, yaitu input berupa sensor jarak ultrasonik, proses (mikrokontroler ATMega 8 ), dan output(motor servo) yang disatukan dengan catu daya menggunakan  tegangan DC dari  konverter dan tegangan AC dari PLN. Sensor unik ini pun membantu kita "membuka dan menutup" tempat sampah tanpa harus menyentuh penutupnya. 

Dinamai "Pembuka dan Penutup Bak  Sampah Otomatis", alat ini bekerja berdasarkan input dari sensor  jarak ultrasonik. Menurut Fenri, jika sensor jarak ultrasonik menangkap aktivitas di dekat bak sampah, yakni keberadaan tangan seseorang dengan jarak lebih dari 35 cm, maka motor servo akan bergerak, dan membuka tutup bak sampah. 

"Setelah terbuka akan ditunda selama lima detik. Namun jika dalam lima detik di sekitar bak sampah tidak ada aktivitas, maka motor servo akan bergerak untuk menutup bak sampah,' ujar Febri seperti dinukil dari laman UNY, Sabtu (19/1/2013). 

Febri mengembangkan alat tersebut di bawah bimbingan dosen FT UNY, Herlambang Sigit Pramono, M.Cs. Kelebihan alat yang menghabiskan dana pembuatan sekira Rp600 ribu ini adalah dikendalikan oleh sensor yang tidak terlihat. Sifat anti-airnya memungkinkan alat buatan Febri diletakkan di berbagai tempat.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments